Ubah porsi resep atau skala campuran secara proporsional. Masukkan bahan-bahan, lalu ubah jumlah porsi.
Selesaikan proporsi A:B = C:x, hitung dan sederhanakan rasio, konversi skala peta, dan gunakan aturan tiga untuk menyelesaikan soal perbandingan.
Ubah porsi resep atau skala campuran secara proporsional. Masukkan bahan-bahan, lalu ubah jumlah porsi.
Proporsi adalah pernyataan bahwa dua rasio bernilai sama: A/B = C/D. Ini berarti perkalian silang (cross-multiplication) berlaku: A×D = B×C. Misalnya, 3/4 = 9/x → 3×x = 4×9 → x = 12. Proporsi digunakan di mana pun ada hubungan "makin banyak A, makin banyak B" — dari resep masakan hingga kalkulasi teknik.
Ada dua jenis proporsi: berbanding lurus (A naik, B naik — contoh: kecepatan dan jarak) dan berbanding terbalik (A naik, B turun — contoh: lebih banyak pekerja, waktu lebih singkat). Aturan Tiga (Rule of Three) adalah teknik paling praktis untuk menyelesaikan masalah proporsi sehari-hari: jika diketahui A→B, maka untuk nilai C berapakah D?
Rasio menyatakan perbandingan dua atau lebih nilai. Rasio 15:25 dapat disederhanakan dengan membagi keduanya dengan FPB (Faktor Persekutuan Terbesar): FPB(15,25)=5, sehingga 15:25 = 3:5. Rasio sederhana lebih mudah dipahami dan digunakan dalam perhitungan selanjutnya.
Rasio tiga bagian (misalnya pembagian warisan 2:3:5) berarti total dibagi 10 bagian — pihak pertama mendapat 2/10, kedua 3/10, ketiga 5/10 dari total. Ini sangat berguna untuk pembagian keuntungan bisnis, campuran material bangunan, atau distribusi anggaran.
Skala peta ditulis sebagai perbandingan, misalnya 1:50.000 artinya 1 cm di peta = 50.000 cm = 500 m di lapangan. Untuk menghitung jarak nyata, ukur jarak di peta dengan penggaris lalu kalikan dengan angka skala. Ini adalah aplikasi proporsi berbanding lurus yang paling sering digunakan dalam geografi dan navigasi.
Peta topografi Indonesia yang diterbitkan Badan Informasi Geospasial (BIG) umumnya menggunakan skala 1:25.000 (detail) hingga 1:250.000 (regional). Untuk keperluan navigasi GPS saat ini, pemahaman skala peta tetap penting terutama saat membaca peta cetak di lapangan.
Proporsi hadir di hampir setiap aspek kehidupan. Di dapur: resep untuk 4 orang ingin dibuat untuk 10 orang — semua bahan dikalikan 10/4 = 2,5×. Di bengkel: campuran cat membutuhkan rasio pigmen:thinner = 1:3 untuk warna tertentu. Di konstruksi: campuran beton semen:pasir:kerikil = 1:2:3 harus dijaga proporsinya agar kuat tekan terpenuhi.
Dalam bisnis: jika 3 pekerja menyelesaikan proyek dalam 10 hari (proporsi terbalik), berapa hari untuk 5 pekerja? Jawaban: 3×10/5 = 6 hari. Di keuangan: jika investasi Rp 10 juta menghasilkan Rp 1,5 juta per tahun, berapa yang dihasilkan investasi Rp 25 juta? Jawaban: 25/10 × 1,5 juta = Rp 3,75 juta.
Dalam matematika, konsep proporsi menjadi fondasi trigonometri (sin, cos, tan adalah rasio sisi segitiga), geometri sebangun (dua segitiga sebangun memiliki sisi-sisi yang proporsional), dan aljabar linear. Konstanta proporsionalitas k dalam persamaan y = kx menggambarkan laju perubahan antara dua variabel yang berbanding lurus.
Dalam kimia, stoikiometri adalah aplikasi proporsi untuk menghitung jumlah reaktan dan produk dalam reaksi kimia. Rumus molekul air H₂O berarti perbandingan atom H:O = 2:1 — untuk membentuk 18 gram air (1 mol) dibutuhkan tepat 2 gram H dan 16 gram O, tidak lebih tidak kurang.